Skip to main content

Featured

Cerpen: Air Mata Jingga (sudah diterbitkan)

Liburan kala itu menjadi kenangan yang tak terlupakan. Bahkan 9 tahun berlalu, semua kenangan di sore hari itu masih terekam jelas di ingatannya. Liburan yang seharusnya menjadi hal menyenangkan bagi sebagian orang, malah menjadi pertaruhan hidup dan mati untuk gadis berusia 7 tahun ini. Tak ada yang menyangka, kejadian mengerikan akan menimpanya. Semua berjalan begitu cepat. Berbanding terbalik dengan ingatannya yang lambat terhapus. Seakan Tuhan tidak sudi untuk mengenyahkan kenangan pahit itu dari dalam ingatannya.  semua berjalan lancar. Liburan itu terasa manis seperti liburan pada umumnya. Semua tersenyum, dan terlihat bahagia. Mata gadis bernama Kinar itu, bahkan berbinar sesaat setelah kakinya menjejakkan tanah kota kelahiran ibundanya. Suasana pedesaan sudah tak lagi kental, dengan banyaknya mobil serta rumah-rumah kokoh di sepanjang jalan. Namun, kapal-kapal nelayan yang berjejer di garis pantai, masih menandakan bahwa Sidakaya, kabupaten Cilacap memanglah sebuah desa ne...

Penyebab Ratusan Orang Yang Sudah Negatif di Korea Selatan Bisa Kembali Terinfeksi Covid-19



116 Orang di Korsel Dinyatakan Kembali Terinfeksi Virus Corona

source : shutterstock


Setelah dinyatakan sukses besar dalam menekan penyebaran virus corona, Korea Selatan dikejutkan dengan laporan terbaru pada Senin, 13 April yang menyatakan sebanyak 116 orang yang telah sembuh, kembali dinyatakan positif terjangkit virus corona. Hal tersebut tentu menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat.

 Korea Selatan sempat berada di peringkat kedua sebagai negara dengan konfirmasi kasus positif terbesar di dunia pada bulan Februari, sebelum pada akhirnya mampu meredam penyebaran dan sukses menekan angka konfirmasi positif virus corona. Menurut data WHO, saat ini Korsel sudah keluar dari sepuluh besar negara terbanyak yang masyarakatnya terjangkit covid-19.

Korea Selatan telah mengupayakan berbagai kebijakan untuk mencegah penyebaran, salah satunya dengan melakukan pembatasan sosial berskala besar. Namun, setelah angka penyebaran menurun, banyak warga yang kemudian melanggar peraturan PSBB tersebut. Hal itu awalnya diduga menjadi menyebab banyaknya warga yang kembali positif virus corona.

Namun, ternyata bukan itu penyebabnya. Lantas apa? Apakah mungkin ada kesalahan dalam pengujian?  Ataukah virus ini melakukan mutasi di dalam tubuh sehingga kembali menginfeksi orang yang telah dinyatakan sembuh?

Jeong Eun-kyeong, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), menyatakan seseorang yang sembuh kemungkinannya sangat kecil untuk kembali terjangkit dari pihak lain. Beliau menduga ada virus tertinggal dalam jumlah yang sangat kecil di dalam tubuh dan akhirnya aktif kembali.

Sementara itu, Profesor Epidemiologi Penyakit Menular dari Universitas Perth, Australia, Archie Clements mengatakan bahwa adanya kasus positif kembali di Korea Selatan mungkin saja disebabkan oleh tes diagnosa yang tidak sempurna atau biasa disebut dengan False positive. Kasus positif palsu memang sangat lumrah terjadi pada wilayah dengan populasi yang besar. Clements juga mengatakan bahwa kemungkinan virus itu aktif kembali lebih besar ketimbang pasien terinfeksi ulang. “Saya pikir sangat kecil kemungkinan orang-orang ini terinfeksi kembali oleh orang lain,” ujar Clements, yang dikutip dari salah satu portal berita Al Jazeera.

Pasien di Korsel dianggap bersih setelah mereka menjalani dua kali pemeriksaan Tes RT-PCR dalam periode 48 jam dan keduanya dinyatakan negatif. di Korea Selatan secara umum Tes RT-PCR dianggap akurat dengan akurasi 95 persen. Itu artinya masih ada sekitar 5 persen kemungkinan terjadi kasus fale positive.

Dengan demikian, seseorang yang telah dinyatakan negatif sebanyak dua kali, dapat kambuh atau kembali terjangkit virus corona karena sisa-sisa virus masih tertinggal di dalam tubuh dengan jumlah yang amat kecil dan sulit untuk terdeteksi sehingga lolos pada saat melakukan tes. Setelah itu, di kemudian hari, virus yang tertinggal tersebut dapat kembali aktif dan menyebabkan hasil yang kembali positif.

Masyarakat dihimbau untuk tidak panik karena belum ditemukan satu pun kasus di mana pasien yang kambuh dapat kembali menyebarkan virus ke pihak ketiga, seperti yang dikatakan oleh profesor di Chung-Ang University, Seol Dai-wu.

Meskipun demikian, tetap jaga kewaspadaan dan tetap terapkan pola hidup sehat, rajin cuci tangan dan gunakan masker saat bepergian. Jika memang telah dinyatakan negatif, ada baiknya untuk tetap melakukan karantina mandiri di rumah demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.


Comments

Popular Posts