116 Orang di Korsel Dinyatakan Kembali Terinfeksi
Virus Corona
source : shutterstock
Setelah dinyatakan sukses besar dalam menekan
penyebaran virus corona, Korea Selatan dikejutkan dengan laporan terbaru pada Senin,
13 April yang menyatakan sebanyak 116 orang yang telah sembuh, kembali dinyatakan
positif terjangkit virus corona. Hal tersebut tentu menimbulkan kegelisahan di
tengah masyarakat.
Korea Selatan sempat berada
di peringkat kedua sebagai negara dengan konfirmasi kasus positif terbesar di dunia
pada bulan Februari, sebelum pada akhirnya mampu meredam penyebaran dan sukses
menekan angka konfirmasi positif virus corona. Menurut data WHO, saat ini Korsel
sudah keluar dari sepuluh besar negara terbanyak yang masyarakatnya terjangkit
covid-19.
Korea Selatan telah mengupayakan berbagai
kebijakan untuk mencegah penyebaran, salah satunya dengan melakukan pembatasan sosial
berskala besar. Namun, setelah angka penyebaran menurun, banyak warga yang
kemudian melanggar peraturan PSBB tersebut. Hal itu awalnya diduga menjadi
menyebab banyaknya warga yang kembali positif virus corona.
Namun, ternyata bukan itu penyebabnya. Lantas
apa? Apakah mungkin ada kesalahan dalam pengujian? Ataukah virus ini melakukan mutasi di dalam
tubuh sehingga kembali menginfeksi orang yang telah dinyatakan sembuh?
Jeong Eun-kyeong, Direktur
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), menyatakan seseorang
yang sembuh kemungkinannya sangat kecil untuk kembali terjangkit dari pihak
lain. Beliau menduga ada virus tertinggal dalam jumlah yang sangat kecil di
dalam tubuh dan akhirnya aktif kembali.
Sementara itu, Profesor Epidemiologi Penyakit
Menular dari Universitas Perth, Australia, Archie Clements mengatakan bahwa
adanya kasus positif kembali di Korea Selatan mungkin saja disebabkan oleh tes
diagnosa yang tidak sempurna atau biasa disebut dengan False positive. Kasus
positif palsu memang sangat lumrah terjadi pada wilayah dengan populasi yang
besar. Clements juga mengatakan bahwa kemungkinan
virus itu aktif kembali lebih besar ketimbang pasien terinfeksi ulang. “Saya
pikir sangat kecil kemungkinan orang-orang ini terinfeksi kembali oleh orang
lain,” ujar Clements, yang dikutip dari salah satu portal berita Al Jazeera.
Pasien di Korsel dianggap bersih setelah mereka menjalani dua
kali pemeriksaan Tes RT-PCR dalam periode 48 jam dan keduanya dinyatakan negatif.
di Korea Selatan secara umum Tes RT-PCR dianggap akurat dengan akurasi 95
persen. Itu artinya masih ada sekitar 5 persen kemungkinan terjadi kasus fale
positive.
Dengan demikian, seseorang yang telah dinyatakan negatif sebanyak
dua kali, dapat kambuh atau kembali terjangkit virus corona karena sisa-sisa
virus masih tertinggal di dalam tubuh dengan jumlah yang amat kecil dan sulit
untuk terdeteksi sehingga lolos pada saat melakukan tes. Setelah itu, di
kemudian hari, virus yang tertinggal tersebut dapat kembali aktif dan
menyebabkan hasil yang kembali positif.
Masyarakat dihimbau untuk tidak panik karena belum ditemukan
satu pun kasus di mana pasien yang kambuh dapat kembali menyebarkan virus ke pihak
ketiga, seperti yang dikatakan oleh profesor di
Chung-Ang University, Seol Dai-wu.
Meskipun demikian, tetap jaga kewaspadaan dan tetap terapkan
pola hidup sehat, rajin cuci tangan dan gunakan masker saat bepergian. Jika
memang telah dinyatakan negatif, ada baiknya untuk tetap melakukan karantina
mandiri di rumah demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Comments
Post a Comment