Yellow ribbon atau pita
kuning menjadi simbol kesedihan sekaligus kekuatan bagi sebagian besar warga
Korea Selatan. Pita kuning menandai kepergian jiwa-jiwa malang yang gugur pada peristiwa
tenggelamnya Kapal Sewol. Tanggal 16 April, pita kuning menghiasi sebagian besar
akun Instagram public figure Korea Selatan.
Enam tahun lalu, pada tanggal 16 April 2014, sebanyak 304 orang meninggal
dunia pada peristiwa tragis ini, 250 diantaranya adalah siswa SMA Danwon yang hendak
berwisata ke Pulau Jeju.
Kapal Sewol berlayar dari Incheon menuju Pulau Jeju dengan mengangkut
476 orang dan dinahkodai oleh Kapten
Lee Joon-seok (69) yang merupakan nakhoda dengan pengalaman 40 tahun berlayar
dan sudah kerap melayari rute Incheon-Jeju.
Pelayaran
berjalan lancar hingga Sewol melewati selat Maenggol yang berarus kuat. Seorang
perwira ketiga yang belum berpengalaman justru bertugas menggantikan kapten Lee
untuk menahkodai kapal. Kabarnya, perwira tersebut melihat ada kapal lain yang berlayar
ke arah Sewol dan memerintahkan agar kapal berbelok.
Nahas, kapal
berbelok terlalu tajam, menyebabkan kehilangan keseimbangan sehingga kargo
kapal bergeser ke satu sisi. Hal tersebut menyebabkan kapal miring dan berakhir
dengan tragedi menyedihkan itu.
Setidaknya,
Itulah cerita yang dilontarkan pemerintah tentang tragedi ini. Banyak pihak
lain terutama keluarga korban yang meragukan kisah versi pemerintah. Menurut
mereka terlalu banyak kejanggalan yang terjadi dan seakan sengaja dilakukan. Mulai
dari waktu penyelamatan yang terlampau sangat lama; tidak ada laporan langsung
dari pihak kapal tentang kondisi sewol yang miring; para penumpang yang
diberitahu untuk tetap di kamar padahal kondisi kapal sudah setengah tenggelam;
hingga misteri tujuh jam, waktu yang dibutuhkan Presiden Park Geun Hye untuk
hadir di pusat kontrol bencana sekitar pukul 5.15 sore. Di sisi lain, kapal dinyatakan miring sekitar pukul
8.49 pagi.
Kejadian janggal lainnya terjadi saat kapten Lee dan awak kapal memilih ngacir
duluan menggunakan pelampung kuning ketika kapal patroli datang pada pukul 9.47.
Meninggalkan penumpang di dek bawah yang tidak tahu-menahu tentang kondisi
sebenarnyaa dan hanya diperintahkan untuk tetap diam ditempat menunggu ajal
datang.
Kejadian tragis ini menimbulkan
duka mendalam bagi warga Korea Selatan. Meskipun enam tahun sudah terlewati, mereka
menolak lupa akan peristiwa ini dengan memposting gambar dan foto pita kuning
di akun sosial media masing-masing setiap tanggal 16 April.
Para idol dan artis juga
tidak mau kalah ikut ambil bagian. Berbondong-bondong mereka memberikan
dukungan melalui akun pribadi mereka.
Kim Sae Ron
Park So Dam
Lantas siapakah yang seharusnya disalahkan? Kapten Lee? Perwira ketiga? Atau pemerintah?
Hingga saat ini, belum
jelas sebenarnya apa dan siapa yang menjadi penyebab tragedi ini terjadi. Terlalu banyak
keanehan dan spekulasi liar yang membuat tragedi ini tetap menjadi misteri. Terlepas
dari penjelasan pemerintah yang masih terdengar janggal atau seruan keluarga korban yang tidak pernah berhenti mengaung, yellow ribbon
akan selalu menjadi pengingat kepedihan yang terjadi kepada korban dan penyemangat
bagi keluarga yang ditinggalkan untuk mendapatkan keadilan.
Comments
Post a Comment