Skip to main content

Featured

Cerpen: Air Mata Jingga (sudah diterbitkan)

Liburan kala itu menjadi kenangan yang tak terlupakan. Bahkan 9 tahun berlalu, semua kenangan di sore hari itu masih terekam jelas di ingatannya. Liburan yang seharusnya menjadi hal menyenangkan bagi sebagian orang, malah menjadi pertaruhan hidup dan mati untuk gadis berusia 7 tahun ini. Tak ada yang menyangka, kejadian mengerikan akan menimpanya. Semua berjalan begitu cepat. Berbanding terbalik dengan ingatannya yang lambat terhapus. Seakan Tuhan tidak sudi untuk mengenyahkan kenangan pahit itu dari dalam ingatannya.  semua berjalan lancar. Liburan itu terasa manis seperti liburan pada umumnya. Semua tersenyum, dan terlihat bahagia. Mata gadis bernama Kinar itu, bahkan berbinar sesaat setelah kakinya menjejakkan tanah kota kelahiran ibundanya. Suasana pedesaan sudah tak lagi kental, dengan banyaknya mobil serta rumah-rumah kokoh di sepanjang jalan. Namun, kapal-kapal nelayan yang berjejer di garis pantai, masih menandakan bahwa Sidakaya, kabupaten Cilacap memanglah sebuah desa ne...

Yellow Ribbon: Menolak Lupa 6 Tahun Tragedi Kapal Sewol




Yellow ribbon atau pita kuning menjadi simbol kesedihan sekaligus kekuatan bagi sebagian besar warga Korea Selatan. Pita kuning menandai kepergian jiwa-jiwa malang yang gugur pada peristiwa tenggelamnya Kapal Sewol. Tanggal 16 April, pita kuning menghiasi sebagian besar akun Instagram public figure Korea Selatan.

Enam tahun lalu, pada tanggal 16 April 2014, sebanyak 304 orang meninggal dunia pada peristiwa tragis ini, 250 diantaranya adalah siswa SMA Danwon yang hendak berwisata ke Pulau Jeju.  

Kapal Sewol berlayar dari Incheon menuju Pulau Jeju dengan mengangkut 476 orang dan dinahkodai oleh Kapten Lee Joon-seok (69) yang merupakan nakhoda dengan pengalaman 40 tahun berlayar dan sudah kerap melayari rute Incheon-Jeju.

Pelayaran berjalan lancar hingga Sewol melewati selat Maenggol yang berarus kuat. Seorang perwira ketiga yang belum berpengalaman justru bertugas menggantikan kapten Lee untuk menahkodai kapal. Kabarnya, perwira tersebut melihat ada kapal lain yang berlayar ke arah Sewol dan memerintahkan agar kapal berbelok.

Nahas, kapal berbelok terlalu tajam, menyebabkan kehilangan keseimbangan sehingga kargo kapal bergeser ke satu sisi. Hal tersebut menyebabkan kapal miring dan berakhir dengan tragedi menyedihkan itu.

Setidaknya, Itulah cerita yang dilontarkan pemerintah tentang tragedi ini. Banyak pihak lain terutama keluarga korban yang meragukan kisah versi pemerintah. Menurut mereka terlalu banyak kejanggalan yang terjadi dan seakan sengaja dilakukan. Mulai dari waktu penyelamatan yang terlampau sangat lama; tidak ada laporan langsung dari pihak kapal tentang kondisi sewol yang miring; para penumpang yang diberitahu untuk tetap di kamar padahal kondisi kapal sudah setengah tenggelam; hingga misteri tujuh jam, waktu yang dibutuhkan Presiden Park Geun Hye untuk hadir di pusat kontrol bencana sekitar pukul 5.15 sore. Di sisi lain, kapal dinyatakan miring sekitar pukul 8.49 pagi.
Kejadian janggal lainnya terjadi saat kapten Lee dan awak kapal memilih ngacir duluan menggunakan pelampung kuning ketika kapal patroli datang pada pukul 9.47. Meninggalkan penumpang di dek bawah yang tidak tahu-menahu tentang kondisi sebenarnyaa dan hanya diperintahkan untuk tetap diam ditempat menunggu ajal datang.

Kejadian tragis ini menimbulkan duka mendalam bagi warga Korea Selatan. Meskipun enam tahun sudah terlewati, mereka menolak lupa akan peristiwa ini dengan memposting gambar dan foto pita kuning di akun sosial media masing-masing setiap tanggal 16 April.

Para idol dan artis juga tidak mau kalah ikut ambil bagian. Berbondong-bondong mereka memberikan dukungan melalui akun pribadi mereka.

Youngjae GOT7

Kim Sae Ron

Park So Dam


Lantas siapakah yang seharusnya disalahkan? Kapten Lee? Perwira ketiga? Atau pemerintah? 

Hingga saat ini, belum jelas sebenarnya apa dan siapa yang menjadi penyebab tragedi ini terjadi. Terlalu banyak keanehan dan spekulasi liar yang membuat tragedi ini tetap menjadi misteri. Terlepas dari penjelasan pemerintah yang masih terdengar janggal atau seruan keluarga korban yang tidak pernah berhenti mengaung, yellow ribbon akan selalu menjadi pengingat kepedihan yang terjadi kepada korban dan penyemangat bagi keluarga yang ditinggalkan untuk mendapatkan keadilan.

Comments

Popular Posts