Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Cerpen Islami : Senyum Kelabu (sudah diterbitkan)
Dia
terus bertanya kepada dirinya sendiri, “Apa
yang salah? Kenapa mereka semua melirik dengan tatapan seperti melihat seorang
penjahat? Menusuk bagai bilah pisau. Mencuri-curi kesempatan di sela obrolan, disusupi
umpatan bahkan sindiran. Mulut mereka terus bergerilya dengan kuah pedas dan nasi panas,
tetapi arah mata itu tetap tertuju pada satu titik. Pria dan wanita; tua dan
muda; berjilbab dan tidak. Mereka semua sama. Satu yang pasti, semua atensi itu
tertuju padanya.”
●●●
Humaira
mencatat sejarah baru dalam hidupnya. Gadis manis itu yakin, setelah ini, dia
akan menjadi bahan candaan teman sekelas sebab untuk pertama kalinya seorang Humaira
pergi ke kantin fakultas. Sendirian. Dia tidak kesambet apa-apa, kok. Kebetulan
memang lagi tidak bawa bekal. Orang tuanya sedang pergi ke tanah suci untuk
beribadah haji. Oleh sebab itu, tidak ada yang menyiapkan bekal makan siang.
Temannya yang lain membawa bekal dan tidak mungkin Huma meminta ditemani hanya
untuk membeli makanan. Huma bukan
tipe orang yang mau merepotkan orang lain demi kepentingan pribadinya. Selama
itu bisa dikerjakan sendiri, ia akan lakukan sendiri. Jadi, mau tidak mau,
Humaira harus pergi ke kantin sendirian untuk membeli makan siang.
Kantin
fakultasnya berada di bagian paling dalam dan pojok belakang kampus, sedangkan
ruang kelas Huma di lantai delapan. Cukup jauh dan membuang waktu jika harus
setiap hari bolak-balik membeli makan. Oleh karena itu, Huma lebih memilih
membawa bekal. Ia berjalan agak cepat menyusuri jalan setapak. Di bagian kanan
dan kiri terlihat bangunan kampus menjulang tinggi. Setelah berbelok mengitari
taman, Huma sampai di area kantin.
Suasananya
sedikit berbeda dengan area kampus yang gersang. Kantin terasa lebih sejuk karena
pohon-pohon bambu yang tertata rapi di sekelilingnya dan kolam ikan berukuran
cukup besar dengan jembatan kecil di tengahnya. Meja dan kursi ditempatkan agak
meminggir dekat gerai pedagang makanan, menyisakan ruangan yang cukup besar untuk
tempat berlalu-lalang orang-orang. Sekilas suasananya memang sangat pas untuk
tempat makan, tapi alasan lain yang membuat Huma enggan menginjakkan kaki ke
kantin adalah kepulan asap berwarna putih tebal yang mengelabui mata dan
paru-parunya. Aroma yang membuat napas tercekat bercampur dengan bau masakan
dan keringat para manusia di sana. Asap rokok adalah hal yang paling Huma
takuti selain Tuhan dan omelan uminya.
Perasaan
Huma sudah kurang enak sejak pertama kali dia datang ke kantin itu. Di pintu
masuk, dari kejauhan dia melihat segerombolan laki-laki yang sedang bercanda,
berjalan menuju kearahnya. Saat berpapasan dengan Huma, salah seorang dari
gerombolan laki-laki itu melihat Humaira. Dia mencolek temannya yang lain,
menyebabkan temannya itu ikut melihat Huma dan kemudian mereka semua terdiam.
Semua menunduk dalam dan menepi dengan rapi membentuk satu garis lurus di
pinggir jalan masuk. Laki-laki lain dari kelompok itu yang memakai kacamata,
melirik Humaira diam-diam. Tatapannya tajam mengamati Humaira dari atas ke
bawah. Humaira bingung, hatinya tidak enak.
Belum
selesai kebingungannya akan sikap segerombolan laki-laki itu, Humaira kembali
dibuat salah tingkah. Saat dia berjalan di tengah kantin mencari gerai makanan
yang sekiranya cocok dengan seleranya, Huma dihadiahi berbagai tatapan. Tajam
pandangan mereka menatap sosok Humaira. Bahkan, semangkuk mi ayam di atas meja
tidak lagi mereka hiraukan. Sekelompok perempuan yang sedang duduk di sudut kantin,
berbisik satu sama lain dengan pandangan melekat erat pada sosoknya. Seorang laki-laki
yang sedang menjepit puntung rokok berasap tipis di kedua belah bibir, menghentikan
kegiatannya itu untuk sekadar melihat kearahnya. Humaira tidak lagi bingung, ia
mengerti jika dirinya sedang dijadikan objek pengamatan seantero kantin.
Untuk melihat kelanjutan ceritanya, kalian dapat membaca cerpen ini dengan membeli buku kumpulan cerpen islami berjudul "Pertobatanku" yang diterbitkan oleh penerbit Loka Media, atau dengan men-klik tautan berikut:
Popular Posts
Sistem Informasi : "Jangan samakan aku dengan sub-sistem!!"
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment